PEMANTAUAN INDIKATOR MUTU WAJIB NASIONAL TAHUN 2019

NO INDIKATOR PROFIL DATA
6. Waktu Lapor Hasil Tes Kritis Laboratorium Waktu lapor hasil tes kritis laboratorium adalah waktu yang diperlukan untuk memberikan jawaban kepada dokter yang mengirim setelah keluar hasil pemeriksaan dan mulai dibaca oleh Dokter/ Analis Laboratorium sampai hasilnya diterima oleh dokter yang mengirim (lisan atau tulisan). Standar : harus diterima oleh dokter yang mengirim dalam waktu kurang dari 30 (tiga puluh) menit baik secara lisan maupun tulisan. Yang dimaksud dengan kritis adalah adalah hasil pemeriksaan yang termasuk dalam kategori kritis yang ditetapkan dengan kebijakan RS. RED Category Condition adalah keadaan yang masuk dalam kondisi kategori kritis atau yang memerlukan penatalaksanaan segera. Waktu tunggu yang memanjang dapat berakibat: 1. Menurunkan kepercayaan terhadap layanan laboratorium 2. Memperpanjang diagnosa dan terapi penderita
7. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional RS Provider BPJS Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional adalah kepatuhan para dokter meresepkan obat kepada pasien sesuai dengan daftar obat-obatan Formularium Nasional. Disebut patuh bila seluruh obat dalam resep mengikuti formularium nasional.
8. Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Cedera Akibat Pasien Jatuh di Rawat Inap Definisi Operasional : Upaya pencegahan jatuh meliputi : 1. Screening di rawat jalan/ IGD 2. Asesmen awal risiko jatuh Asesmen Awal risiko jatuh adalah asesmen yang dilakukan pada awal ketika pasien datang ke rumah sakit.terhadap pasien jika didapatkan data subyektif dan/atau data obyektif bahwa pasien tersebut berisiko untuk jatuh. Assesment Ulang risiko jatuh Asesmen Ulang risiko jatuh adalah Asesmen yang dilakukan pada pasien selama proses pelayanan pada interval tertentu berdasarkan kebutuhan dan rencana pelayanan atau sesuai kebijakan dan prosedur rumah sakit. 3. Edukasi pencegahan pasien jatuh. Edukasi pencegahan pasien jatuh adalah Edukasi pada Pasien dan/atau keluarga pasien mengenai: 1. Faktor risiko pasien jatuh. 2. Tingkat risiko jatuh. 3. Akibat dari risiko jatuh. 4. Tujuan tindakan pencegahan risiko jatuh. 5. Tindakan pencegahan umum risiko jatuh. 6. Tindakan pencegahan risiko tinggi jatuh. Disebut patuh apabila melaksanakan seluruh upaya pencegahan jatuh pada pasien yang berisiko sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh RS. Catatan : 1. Assessment awal hanya dilakukan pada pasien rawat inap. 2. Untuk pasien rawat jalan dan IGD hanya dilakukan screening.
9. Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway Definisi Operasional : Kepatuhan terhadap clinical pathway adalah kepatuhan para staf medis/ DPJP dalam menggunakan clinical pathway untuk memberikan asuhan klinis pasien secara terstandarisasi dan terintegrasi sehingga dapat meminimalkan adanya variasi proses asuhan klinis. Setiap RS menetapkan 5 clinical pathway untuk penyakit atau kondisi yang memenuhi satu atau lebih kriteria yang berlaku di RS tersebut berdasarkan: a. Penyakit atau kondisi yang paling sering atau banyak terjadi (High Volume) b. Penyakit atau kondisi yang memiliki risiko tinggi (High Risk) c. Penyakit atau kondisi yang memerlukan biaya tinggi (High Cost) d. Penyakit atau kondisi yang terdapat variasi/keragaman dalam pengelolaannya. Setiap CP mampu menunjukan komponen standar LOS, obat dan penunjang. Disebut patuh apabila mengikuti ketiga proses asuhan yang telah distandarisasi dalam CP
10. Kepuasan Pasien dan Keluarga Definisi Operasional : 1. Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap jasa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh RS. Kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila pelayanan yang diberikan sesuai atau melampaui harapan pelanggan. Hal ini dapat diketahui dengan melakukan survei kepuasan pelanggan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dengan mengacu pada kepuasan pelanggan berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). 2. Pemantauan dan pengukuran Kepuasan Pasien dan Keluarga adalah kegiatan untuk mengukur tingkatan kesenjangan pelayanan RS yang diberikan dengan harapan pasien dan keluarga di Rawat Jalan, Rawat Inap dan Gawat Darurat 3. Kepuasan Pasien keluarga diukur dengan mendapatkan gambaran persepsi pasien dan keluarga pada saat mendapatkan pengalaman selama dilayani di RS melalui : 4. Metode kuesioner atau interview dengan konversi Rentang angka *Tidak Puas* sampai *Puas*  1 – 5 5. Jumlah Responden berdasarkan sampling pasien Rawat Jalan/ Rawat Inap dan Gawat Darurat 6. Pelayanan yang diukur berdasarkan persepsi dan pengalaman pasien terhadap: a. Fasilitas: Sarana, Prasarana, Alat b. SDM: Perawat, Dokter, Petugas Lain c. Farmasi: Kecepatan, Sikap Petugas, Penjelasan Penggunaan Obat d. Service  Pendaftaran, Ruang Tunggu dan Pelayanan, kecepatan, Kemudahan, Kenyamanan 7. Pengambilan kuesioner  sesuai Kebijakan RS minimal 1x per semester dan dilaksanakan oleh internal/ eksternal RS
<< Prev  1   2   3  Next >>
Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML