Minggu | 14 Aug 2016 | 17:12:33 | Dibaca 738 kali

RSML LAUNCHING HALAL MUI

RSML LAUNCHING HALAL MUI
Prof. Sugijanto memberikan pemaparan tentang sertifikasi Halal MUI. Insert : Ketua PDM lamongan, Direktur RSML, Launching Sertifikat Halal, MOU dg BRI Syariah

RS MUHAMMADIYAH LAMONGAN MENJADI RUMAH SAKIT BEBASIS ISLAM PERTAMA YANG MERAIH SERTIFIKAT HALAL MUI

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” QS Al Baqarah: 168

Dari Abu ABdillah Nu’man bin Basyir r.a,”Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka, barang siapa yang takut terhadap syubhat, berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan barang siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa dia adalah hati” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ayat dan hadist diatas menjadi motivasi bagi Instalasi Gizi RS Muhammadiyah Lamongan (RSML)  sehingga akhirnya RSML menjadi rumah sakit muhammadiyah pertama yang telah tersertifikasi halal dari MUI setelah berhasil meraih sertifikat halal dari MUI pada bulan februari 2016.  Tidak hanya di lingkup Muhammadiyah, Raihan ini juga merupakan yang pertama bagi rumah sakit yang bernafsakan atau berlandaskan islam di Indonesia. ini merupakan suatu wujud dalam melaksanakan komitmen untuk menjadi  rumah sakit yang unggul dan islami, Konsep layanan yang berbasis islami tidak hanya berfokus pada pelayanan medisnya saja, tetapi juga pelayanan kebutuhan rohaniah bagi customer, pelayanan nutrisi terhadap customer yang juga menjadi penting untuk di perhatikan ke halalanya serta manajemen keuangan yang harus dikelola secara syari’ah.

Acara lounching sertifikat Halal MUI itu di buka langsung oleh direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dr.Hj.Umi Aliyah. MARS. ”Rumah sakit muhammadiyah lamongan adalah rumah sakit muhammadiyah pertama yang mengawali sertifikasi halal oleh MUI pada layanan instalasi gizi nya. Berhubung letaknya berada di wilayah bagian timur maka boleh saya ibaratkan rumah sakit muhammadiyah lamongan ini seperti sang surya yang terbit dari timur.” Ungkap dr.Umi dalam sambutanya.

Setelah dibuka rangkaian acara lounching Halal MUI yang di laksanakan pada Sabtu 13 Agustus 2016 di Auditorium RSML itu dilanjut  acara ceremonial pemotongan pita sebagai tanda launching sertifikat Halal oleh ketua PDM Lamongan yang diwakili oleh K.H. Ahmad Kasuwi Thorif, M.A. Acara kemudian dilanjukan dengan seminar HALAL MUI dan dan Seminar Pentingnya Terapi Nutrisi dalam Kesembuhan Pasien.

Dalam seminar Halal MUI, Prof.DR.H. Sugijanto. M.S (Ketua LPPOM MUI Jawa Timur) meyampaikan tema tentang Pentingnya Sertifikasi Halal MUI Dalam Menghindarkan Makanan Syubhat. “Di dalam konteks pemberian nutrisi bagi pasien yang perlu di perhatikan adalah halal dan thoyibah, makanan yang dikonsumsi pasien harus halal agar do’a yang di panjatkan oleh pasien dan keluarganya ini bisa di terima oleh Allah SWT, sedangkan Thoyibah itu maksudnya adalah kebaikan dari makanan yang di berikan kepada pasien, mulai dari pemilihan bahan kemudian cara mengolah/memasak, sampai pada perhitungan kebutuhan nutrisi pasien itu harus pas, tidak boleh lebih atau bahkan kurang, agar makanan yang di konsumsi pasien menjadi nutrisi yang membantu kesembuhan pasien” papar Sugijanto.

Selain mendatangkan Ketua LPPOM MUI Jawa Timur dalam seminar tersebut juga menghadirkan dr. Hidayat Wiriantono, M.Kes. DFN. Sp.GK (Sekretaris PDGKI Jawa Timur) yang berfokus pada pembahasan tentang urgensi nutrisi dalam kesembuhan pasien dari sudut pandang medis. Selain itu juga menghadirkan Agus Sri Wardoyo, SKM (Ketua PERSAGI Jawa Timur) yang dalam kesempatan tersebut membahas terkait tentang Keamanan Pangan (Pengolahan Nutrisi Berorientasi pada Pasien Safety).

Rangkaian acara lounching Halal MUI tersebut  di lanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dengan BRI Syari’ah sebagai komitmen Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan  dalam pengelolaan manajemen keuangan dengan konsep yang sesuai syari’ah. “ Dengan adanya sertifikat Halal MUI bagi produk Instalasi Gizi ini dan adanya kerjasama RS Muhammadiyah Lamongan dengan BRI Syariah akan menjadikan RSML sebagai pelopor Syar’i Hospital  yang seutuhnya, sehingga masyarakat terutama yang muslim tidak ragu untuk berobat ke RSML”. Papar Umi. ( Bayu Saputra/dh)

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML