Rabu | 1 Jun 2016 | 10:42:21 | Dibaca 487 kali

Deklarasi RS Muhammadiyah Lamongan sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

Deklarasi RS Muhammadiyah Lamongan sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
Simbolis pemotongan Rokok sebagai wujud komitmen Bersama mensukseskan KTR pada momen peringatan World No Tobacco Day 2016

Lamongan.  Selasa, 31 Mei 2016, diperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia (World No Tobacco Day). Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia mulai diselenggarakan oleh WHO pada tahun 1987 dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terhadap resiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan tembakau dan juga melakukan advokasi untuk mengurangi konsumsi tembakau.

Kecenderungan perilaku merokok di kalangan generasi muda indonesia juga cukup tinggi. Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2014 Indonesia menunjukkan prevalensi perokok anak usia 13-15 tahun sebesar 20.3%. Data tersebut juga mengungkapkan bahwa anak-anak mengaku terpapar asap rokok di rumah (57,3%), pernah melihat iklan promosi rokok di toko (60,7%) melihat perokok di TV, video atau film (62,7%) dan pernah ditawari oleh sales rokok (7,9%). Di samping itu, data tersebut juga menyatakan bahwa 70,1% pernah melihat pesan anti merokok di media, dan 71,3% berpikir untuk berhenti merokok karena peringatan kesehatan bergambar.

WHO Representative to the Republic of Indonesia, menyampaikan data bahwa satu dari lima anak Indonesia memulai perilaku merokok sebelum memasuki usia 10 tahun dan menjadi ketergantungan sebelum usia 13 tahun, bahkan lebih muda dari itu.

Seperti kita ketahui, Merokok merupakan salah satu penyebab utama kematian penyakit tidak menular yang bisa kita cegah dengan melindungi generasi muda dari paparan asap rokok secara dini. Karena itu, RSML turut mendukung program pemerintah (Kementerian Kesehatan) dengan mengajak masyarakat bersama-sama memiliki komitmen yang tinggi untuk memperjuangkan perlindungan masyarakat khususnya generasi muda dari dampak negatif merokok.

Sejalan dengan tema nasional peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2016 yaitu “Suarakan Kebenaran” menitikberatkan pada perjuangan kita melindungi masyarakat dari dampak negarif merokok yang bukan hanya menimbulkan masalah kesehatan namun juga menghasilkan masalah-masalah sosial.

Karena itu, pada peringatan HTTS tahun ini, RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) mendeklarasikan kepada publik sebagai kawasan tanpa rokok diseluruh lingkungan RSML tanpa terkecuali. Pernyataan deklarasi RSML sebagai kawasan tanpa rokok ini melalui proses dan pembahasan yang panjang. Selama ini RSML sebetulnya sudah menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok, tapi implementasinya tidaklah mudah dan belum dilaksanakan seratus persen, terbukti masih banyak pengunjung atau masyarakat yang seenaknya merokok di lingkungan luar gedung RSML.

Namun dengan momentum HTTS ini, RSML bertekat menjadi kawasan tanpa rokok yang paripurna (seutuhnya). Kebijakan kawasan tanpa rokok ini juga sebagai implementasi dari regulasi pemerintah, diantaranya Peraturan Pemerintah No 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan, peraturan bupati Lamongan nomor 11 tahun 2013 yang telah diberlakukan sejak 1 Maret 2013.  Sekaligus pula implementasi dari fatwa majelis tarjih dan tajdid PP Muhammadiyah nomor 6/SM/MTT/III/2010 tentang hukum merokok, dimana dalam salah satu bunyi fatwa tersebut adalah merekomendasikan kepada Persyarikatan Muhammadiyah agar berpartisipasi aktif dalam upaya pengendalian tembakau sebagai bagian dari upaya pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan dalam kerangka amar makruf nahi munkar.

Pada rangkaian kegiatan Deklarasi ini juga, dimeriahkan dengan lomba karikaktur dan lomba pantun yang diikuti oleh perwakilan unit unit yang ada di RSML. rangkaian acara ini cukup efektif sebagai sarana sosialisasi ke pengunjung, terbukti cukup banyak pengunjung yang antusias menyaksikan selama lomba berlangsung. Selain lomba karikatur dan pantun kegiatan Deklarasi KTR pada HTTS ini juga di akhiri dengan aksi simpatik keliling lingkungan RSML untuk sosialiasai KTR serta Bahaya merokok dengan membawa bendera, spanduk, dan pembagian striker anti rokok ke pasien dan pengunjung.

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML