Selasa | 19 Apr 2016 | 16:47:23 | Dibaca 502 kali

RSML Jalin Kerjasama dengan 3 instansi untuk Penanganan Korban Kecelakaan.

RSML Jalin Kerjasama dengan 3 instansi untuk Penanganan Korban Kecelakaan.
6 dari kanan : Kasatlantas, kepala Jasa Raharja, KH. Abdul Hakam Mubarok, LC. Kapolres, Direktur RSML,Kepala BPJS Cabang gresik
Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) kembali membuat langkah besar untuk umat, kali ini RSML  bersama PT Jasa Raharja Persero Cabang Jawa timur, Polres Lamongan, dan BPJS Kesehatan, bekerja sama serta berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan Kesehatan terhadap korban kecelakaan lalu lintas.   RS Muhammadiyah Lamongan dipilih karena selain letaknya yang strategis di sisi jalan Raya Nasional yaitu di jalur pantura  yang membentang mulai babat sampai Kecamatan Duduk kabupaten Gresik, RS Muhammadiyah Lamongan juga memiliki Sumberdaya insani yang memadai dan siap memberikan pelayanan kegawatadaruratan akibat trauma 24 jam. 
 
Tidak hanya itu,  pada acara ini  juga diikuti penandatangan perjanjian atau nota kesepahaman (MoU) 'over booking' antara PT Jasa Raharja, Polres Lamongan, dan RS Muhammadiyah Lamongan, RSUD dr Soegiri, RSI Nashrul Ummah, dan RS Muhammadiyah Babat.
 
dr Hj Umi Aliyah, MARS mengungkapkan, keberadaan BPJS diharapkan bisa meringankan beban seluruh korban lalu lintas. “Dengan MoU yang ditandatangi ini, dan dari beberapa pihak yang terkait juga semoga insya Allah bisa berjalan lancar semua,” ungkapnya.
 
Terkait 'over booking' atau mekanisme penanganan, pendataan, serta santunan korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum, dr. Umi menambahkan, "Kalau untuk pelayanan pada pasien kita punya Standar Prosedur Operasional (SPO), harus sesuai dengan SPO yang ada di RSML Juga , namun dari pihak kami tidak membedakan kelas pasien, karena keselamatan nyawa pasien lebih utama," tambahnya.
 
Kepala BPJS Kesehatan Cbaang Gresik, dr Galih Anjungsari juga menjelaskan,  dalam pembiayaan peserta BPJS yang mengalami kecelakaan lalu lintas yang melibatkan lawan, maka BPJS menjadi menjadi penjamin kedua bagi peserta BPJS. Sedangkan untuk peserta BPJS yang mnegalami kecelakaan tunggal tanpa lawan, maka BPJS yang  akan menjadi penjamin tunggal “Untuk penanggung jawab pertama pada kecelakaan dengan ada lawan penanggung jawab pertama yakni Jasa Raharja namun harus sesuai dengan catatan administrasi,” jelasnya.
 
Kepala PT Jasa Raharja Jawa Timur (Jatim), R Edi Supriadi mengatakan, dengan penandatanganan MoU ini menjadi jaminan setiap korban kecelakaan di lamongan akan segera mendapatkan pelayanan. "Kecepatan ini kita sangat bersyukur, setiap korban kecelakaan akan cepat tertangani," ujarnya.
 
Edi Juga menyebutkan,  tiap tahun Jasa Raharja Jatim mengeluarkan santunan pada korban kecelakaan mencapai Rp 250 miliar. Angka sebesar itu, disebabkan karena tingginya angka kecelakaan lalu lintas. 
 
Kapolres menambahkan, pada 2015 misalnya, korban kecelakaan di Indonesia ada sebanyak 160 jiwa. "Dua hari sekali pasti ada korban dalam kecelakaan, sudah ada 1,3 juta jiwa meninggal akibat kecelakan," timpal Kapolres Lamongan AKBP Trisno Rahmadi.
 

Kapolres berharap, dengan adanya MoU ini bisa menekan angka korban meninggal dunia. "Apabila tidak ditangani pasti akan meningkat setiap harinya, apabila ini tidak ditindaklanjuti," tandas Trisno.

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML