Senin | 28 Dec 2015 | 09:06:07 | Dibaca 1158 kali

Perjalanan RS Muhammadiyah Lamongan Sebagai RS Pusat Kegawatdaruratan (Emergency Center)

Perjalanan RS Muhammadiyah Lamongan Sebagai RS Pusat Kegawatdaruratan (Emergency Center)
Layanan dan Penunjang Medis : MSCT 64 slices, Hemodialisis, C-Arm, CR(computed radiography), USG 4D

PRESTASI demi prestasi tak henti diraih Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). Tujuan sebagai Rumah Sakit berkualitas dan RS pusat rujukan bidang kegawatdaruratan (emergency center) se-karisidenan Bojonegoro sudah dalam genggaman tangan. RS dengan motto Cepat, Bermutu, Terjangkau, dan Islami ini memiliki SDM yang kompeten serta fasilitas lengkap dan teknologi canggih.

Bahkan, Kementerian Kesehatan RI memastikan RS yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto No 76, Lamongan ini sebagai RS Umum Kelas B. Hal ini dibuktikan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 02.03/I/1887/2013. Juga menerima sertifikat Komisi Akreditasi RS (KARS) dengan prediklat lulus paripurna pada 14 Juni 2014. Dibidang ketenagakerjaan, Kementerian Tenaga Kerja RI dan Gubernur Jawa Timur memberikan penghargaan sebagai perusahaan dengan kecelakaan nihil (zero accident) selama 2012 sampai 2015.

Berbagai upaya telah dilakukan RSML menjadi RS berkualitas se Karisidenan Bojonegoro, pemenuhan fasilitas IGD yang sesuai standar IGD RS (level III), disertai dengan hubungan kerjasama dengan Surabaya Neuroscience Institute (SNei) untuk meningkatkan pelayanan di bidang saraf dan bedah saraf.

RSML secara aktif mengikuti program pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (PONEK), dan bekerja sama dengan JHPIEGO (organisasi nonprofit bergerak menyelamatkan nyawa ibu dan anak). RSML dipercaya Tan Tock Seng Hospital (TTSH) dan Temasek Foundation, Singapura, mengadakan peningkatan kemampuan perawatan kegawatdaruratan di wilayah Jawa Timur.

RSML menyadari perlunya peningkatan sarana prasarana dan fasilitas yang mendukung RSML sebagai emergency center. Perluasan ruang ICU (Intensive Care Unit) sesuai standarnya, didukung dengan alat kedokteran seperti : ventilator (alat bantu nafas), defibrillator (stimulator detak jantung), serta keberadaan dokter dan perawat yang memiliki kompetensi di bidang ICU..

Perluasan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dengan dukungan fasilitas  inkubator, infant warmer, infusion pump, syringe pump, monitor jantung paru dan pulse oximeter, serta alat bantu pernafasan C-PAP (continous positive airway pressure).

Dibidang penunjang medik, keberadaan MSCT 64 slices sebagai CT scan generasi terbaru, diharapkan mampu membantu para klinisi menghasilkan gambaran diagnostik lebih akurat. Alat ini pertama hadir di Karisidenan Bojonegoro. “Sehingga pasien membutuhkan CT Scan dengan resolusi tinggi tidak perlu ke Surabaya, cukup di RS Muhammadiyah Lamongan,” ujar Direktur RSML dr. Hj. Umi Aliyah, MARS.

Selain MSCT 64 Slices, RSML mempunyai C-Arm, yang digunakan menunjang keberhasilan operasi. Serta USG 4 dimensi, yang mampu mendeteksi secara lebih akurat jika terjadi kelainan pada janin.

Berkembangnya RSML tidak melupakan misi luhur dalam mengemban dakwah amar makruf nahi munkar yang berpihak kaum Mustadz’afin. Karena itu, RSML aktif menyelenggarakan kegiatan sosial melalui corporate social responsibility (CSR). Gebrakan CSR meliputi pemberian keringanan biaya pasien tidak mampu. “Setiap bulan mengeluarkan biaya sekitar Rp 150 juta kepada pasien tidak mampu,” ujar Direktur RSML dr. Hj. Umi Aliyah, MARS. Bakti Sosial ke daerah-daerah dengan ekonomi menengah ke bawah. Bantuan air bersih serta program operasi bibir sumbing gratis.

RSML melayani pasien-pasien BPJS Kesehatan secara penuh. Mulai dari pelayanan gawat darurat, pelayanan rawat jalan rujukan tingkat lanjut, hingga pelayanan rawat inap. (Des 15)

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML