Senin | 25 Sep 2017 | 08:12:09 | Dibaca 182 kali

Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dalam misi kemanusiaan di Rohingya

Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dalam misi kemanusiaan di Rohingya
Direksi dan LazisMu RSML saat pelepasan tim MDMC yang akan berangkat ke jakarta untuk bergabung dengan Tim Muhammadiyah AID

RS Muhammadiyah Lamongan, melalui Komite Kesehatan Bencana RSML kembali berpartisipasi dalam misi kemanusiaan, kali ini RSML mengirim tenaga kesehatan (1 dokter dan 2 perawat) untuk membantu para pengungsi Muslim Rohingnya yang terusir dari kampung halaman mereka di provinsi Rakhine, Myanmar. Sebelumnya, RSML turut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan internasional seperti di Nepal dan Filipina.

RSML dibawah koordinasi Muhammadiyah Disaster Management Center dengan bendera Muhammadiyah Aid menjadi bagian dari Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM), dengan misi membantu terciptanya perdamaian dan rekonsiliasi komunitas yang bersengketa melalui bantuan kemanusiaan dengan menyiapkan tim kesehatan tanggap darurat.

Tim kesehatan tanggap darurat akan bertugas selama 15 hari untuk masing-masing tim. Tim pertama akan bertugas pada tanggal 22 September – 6 Oktober 2017, tim kedua pada tanggal 5- 20 Oktober 2017, dan seterusnya. Tim akan bertugas di lokasi camp pengungsian Rohingya di distrik Cox Bazar, Bangladesh. Tim kesehatan tanggap darurat adalah gabungan dari beberapa organisasi kemanusiaan di tingkat nasional yang berjumlah 13 orang. 11 orang diantaranya berasal dari Muhammadiyah, 3 orang diantaranya dari RS Muhammadiyah Lamongan, yaitu dr Corona Rintawan (yang juga bertugas sebagai ketua tim) dan 2 orang perawat, Agus Priyanto dan Suprayetno Kanan Takrip. RSML menjadi satu-satunya wakil RS Muhammadiyah, bahkan seluruh RS di Jawa Timur. Tim yang dipimpin oleh dr. Corona Rintawan berangkat ke Bangladesh dan langsung berkoordinasi dengan anggota MuhammadiyahAid yang telah berada di Dhaka sejak tanggal 17 September lalu.

Tim MuhammadiyahAid bekerjasama dengan LSM lokal di Cox Bazar akan melakukan pelayanan kesehatan sekaligus. Tim kesehatan akan turut berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan dasar pengungsi sesuai standar WHO untuk Emergency Medical Team (EMT) level 1 yaitu layanan kesehatan dalam hal layanan awal trauma, triase massal, penanganan luka dan patah tulang, layanan gawat darurat dasar untuk anak, kandungan dan kesehatan mental. Menurut dr Corona Rintawan sebagai ketua tim kesehatan, rencana operasional telah disusun bersama, yaitu mendorong berdirinya klinik kesehatan di daerah Cox Bazar.

“Hal ini didasarkan pada informasi yang kami terima yang menyebutkan ada 500 fasilitas kesehatan rusak terkena banjir moonsoon,” kata Corona. Klinik kesehatan tersebut akan dibantu operasionalnya oleh anggota AKIM secara kontinyu selama 6 bulan - 1 tahun, tentunya dengan berkoordinasi dan kerjasama dengan pihak kesehatan lokal disana. Klinik kesehatan tersebut secara awal akan diklarifikasikan sebagai tim Emergency Medical Team level 1 sesuai standar WHO. Layanan kesehatan dibagi menjadi dua yaitu yankes di klinik (fixed) dan klinik yang keliling (mobile). “Pelayanan yang dilakukan meliputi kesehatan umum, kasus trauma ringan, kasus bedah minor, maternal dan anak-anak,” jelas Corona.

Tim kesehatan tanggap darurat akan melakukan kajian sistem kesehatan lokal dibandingkan dengan kebutuhan sesuai standar layanan dan melakukan analisa gap yang ada serta membuat rekomendasi terhadap pemerintah setempat maupun kepada struktur pelaksana di Indonesia mengenai renca tindak lanjut yang diperlukan. Selama bertugas, tim kesehatan tanggap darurat dari MuhammadiyahAid akan bekerjasama dengan lembaga nasional lainnya, lembaga UN atau lembaga internasional lainnya dalam melakukan kajian sistem maupun dalam melakukan layanan kesehatan sehingga mampu mencapai kualitas dan kuantitas seoptimal mungkin bagi para penyintas (orang-orang yang selamat dan mampu bertahan hidup dari bencana). Pembiayaan tim kesehatan RSML diambilkan dari dana bencana yang disisihkan setiap bulannya. Selain itu, sumber biaya Muhammadiyah Aid untuk Rohingnya ini, dibiayai oleh jaringan Muhammadiyah.

Tabulasi perolehan dana kemanusiaan untuk Rohingya hingga tanggal 22 September 2017, LAZIS MUHAMMADIYAH telah menghimpun dana kemanusiaan untuk Rohingya sejumlah Rp. 14,115,999,310.50 (1,051,079.62 USD) yang dihimpun dari Lazismu berbagai daerah di Indonesia. Wilayah yang paling banyak mengumpulkan donasi adalah dari Muhammadiyah Jawa Timur.

#Bangladeshmission_go

#MuhammadiyahAid

#IndonesiaHumanitarianAliance

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML