Jumat | 9 Jun 2017 | 09:50:49 | Dibaca 185 kali

Mewarnai ibadah di bulan suci Ramadhan, RS Muhammadiyah Lamongan gelar kajian islam dan Buka Puasa bersama

Mewarnai ibadah di bulan suci Ramadhan, RS Muhammadiyah Lamongan gelar kajian islam dan Buka Puasa bersama
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Dr. M. Saad Ibrahim sewaktu menyampaikan Kajian Islam

Mewarnai ibadah di bulan suci Ramadhan, RS Muhammadiyah Lamongan gelar kajian islam dan Buka Puasa bersama

Sebagai bentuk ibadah dibulan suci Ramadhan, RS Muhammadiyah Lamongan mengadakan kajian islam dan buka bersama yang bertempatkan di Auditorium RS Muhammadiyah Lamongan. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 07 juni 2017 ini mengundang seluruh karyawan, Seluruh jajaran MPKU PDM Lamongan, Seluruh jajaran PD Muhammadiyah Lamongan dan Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur sebagai pemateri dalam kajian islam.    

Diawali oleh sambutan Ketua PD Muhammadiyah Lamongan, Drs. Shodikin.M.Pd yang menyampaikan makna dalam surat Al-Baqarah : 183 bahwa sesungguhnya manusia diuji dalam sebuah perang besar melawan hawa nafsu, maka manusia harus mampu menahan diri agar mendapatkan gelar taqwa dari Allah.SWT.

“Taqwa sendiri itu dibagi menjadi 2 hal, taqwa secara vertikal dan taqwa secara horizontal, taqwa secara vertikal bentuknya adalah ibadah manusia kepada Allah SWT sedangkan taqwa secara horizontal adalah ibadah terhadap sesama manusia, konteks berbagi dan memberi itu merupakan bentuk dari keshalehan sosial yang akan menjadikan kita bertaqwa secara vertikal maupun secara horizontal” ungkap Shodikin dalam sambutannya.

Kajian islam dan buka bersama yang dihadiri oleh DR. M. Saad Ibrahim, MA, dalam kutipan kajiannya menyampaikan tentang hakekat dari Puasa Ramadhan. “ Selain menahan diri dari hawa nafsu, puasa sendiri memiliki makna memberi bukan berbagi, ada sedikit perbedaan makna antara memberi dan berbagi, kalau menurut hemat saya memberi itu tanpa kita menyisakan untuk diri kita sendiri sedangkan berbagi itu maknanya membagi yang kita sendiri masih mendapatkan sebagian dari yang kita bagi.” Ungkap Saad.

Perintah untuk memberi ini diungkap dalam sebuah hadist “ Bukanlah orang yang beriman yang ia sendiri kenyang, sedangkan tetangga sebelahnya kelaparan. (HR. Bukhari), perintah untuk memberi juga diceritakan dalam sebuah kejadian tentang seorang wanita penghibur yang memberi minum seekor anjing yang hampir mati karena kehausan, dari kejadian itu pun seorang wanita tersebut diampuni seluruh dosa-dosanya.” Tambah Saad.

Dalam kesempatan itu, DR. M. Saad Ibrahim, MA juga menyampaikan tentang gerakan islam dalam Muhammadiyah yang sejak dulu tidak hanya berlomba dalam kebaikan pribadi tetapi juga berlomba dalam kebaikan ummat. “Manusia itu dilahirkan bukan untuk berbuat kebaikan hanya kepada dirinya sendiri, melakukan ibadah untuk kepentingan diri sendiri, karena manusia bukanlah malaikat. Muhammadiyah sejak dilahirkan sampai dengan sekarang sudah melakukan kebaikan untuk ummat, hal ini pula lah yang menjadikan perbedaan gerakan islam dalam muhammadiyah dengan organisasi lainya, karena dalam diri para kader muhammadiyah sudah tertanam untuk melakukan kebaikan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk ummat.” Ungkap Saad.

Sebelum menutup kajiannya DR. M. Saad Ibrahim, MA berpesan kepada seluruh Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan untuk tidak bangga dengan kebesaran pengembangan Muhammadiyah di Lamongan, “Memang untuk saat ini Lamongan ini menjadi salah satu mercusuar pengembangan Muhammadiyah di Jawa Timur, tetapi saya mohon untuk tidak bangga sampai pada kondisi seperti ini, sebelum Lamongan mampu untuk ikut serta menularkan keberhasilan pengembangan Muhammadiyah di kabupaten atau tempat lain yang masih butuh untuk dipancing ghiroh dalam bermuhammadiyah.(BS/Bg)

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML