MENJAGA AQIDAH UNTUK MENGGAPAI RIDHONYA

QS. ALI IMRAN : 32


قُلْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ فإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الْكَافِرِينَ -٣٢

Artinya : “ Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasulnya , jika kamu berpaling , maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang kafir.”

Ayat ini memberikan pengertian bahwa menyimpang dari jalan ketaatan kepada Allah dan Rasul Nya merupakan perbuatan kufur, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang memiliki sifat demikian, seklaipun ia mengakui bahwa dirinya cinta kepada Allah dan selalu mendekatkan diri  kepadaNya, sebelum ia mengikuti Rasul yang ummi penutup para Rasul  yang diutus untuk seluruh makhluk jin dan manusia. Karena seandainya para nabi dan bahkan para Rasul atau mereka yang dari kalangan ulul Azmi berada di zaman nabi Muhammad Saw, maka tidak ada jalan lain bagi mereka mengikuti Nabi Muhammad Saw, taat kepadanya, serta mengikuti syari’atnya.

Dari paparan penafsiran diatas sudah sangat jelas bagaimana kita menguatkan aqidah dan tauhid kita untuk hidup dalam alas mencari RidhoNya, karena dengan memiliki aqidah yang kuat maka kita mampu menghadapi tantangan dunia yang semakin kuat,dan dari berbekal aqidah yang kuat ini kita mampu menguraikan tantangan zaman diera globalisasi.

Rasulullah SAW bersabda :
“ Setelah aku wafat , setelah lama aku tinggalkan, umat islam akan lemah. Diatas kelemahan itu, orang kafir akan mneindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak oran lain makan bersama.”
Maka para Sahabat r.a pun bertanya , “ apakah ketika itu umat Islam lemah dan musuh sangat kuat ?”
Sabda Baginda Rasulullah SAW: “ Bahkan masa itu mereka lenih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka ibarat buih dilautan. “
Sahabat bertanya lagi, “ Mengapa seramai itu tapi seperti buih dilautan, ?”
Jawab Rasulullah SAW, “ Karena ada dua penyakit , iaitu mereka ditimpa penyakit al-wahn.”
Sahabat bertanya lagi, Apakah al-wahn itu ya Rasul?”
Rasulullah SAW bersabda ,” Cinta dunia dan takut akan kematian.”

Suatu keadaan yang nyata dihadapan kita semua bahwasanya umat muslim saat ini telah ditimpa penyakit yang tanpa disadari sangat berbahaya dan sungguh dibudayakan, dimana keyakinan terhadap Allah, ketakutan yang seharusnya ditujukan ke Allah sungguh telah sirna ditelan masa,Perubahan gaya dimasyarakat, cara berfikir umat sedikit hilang dari rel aturan, diluaran sana banyak fenomena yang nyata mereka beranggapan bahwa dunia adalah tempat kesenangan, dunia adalah segalanya dan kematian adalah pemutuskesenangan tersubut. Ini kenyataan yang dihadapi umat muslim dikehidupan sekarang, semua bagaikan fatamorgana urusan aqidah di nomor duakan, pandangn umat untuk senantiasa amar makruf nahi munkar terkikis oleh budaya.

Dari sini sangatlah perlu dan wajib bagi kita pengemban da’wah untuk senantiasa menjaga aqidah supaya tidak kalah oleh perubahan zaman, boleh mengikuti perubahan namun harus mampu memilah-milah mana yang sesuai syari’at atau mana yang dilarang oleh syari’at, umat muslim dituntun untuk menjadi umat yang cerdas umat yang tangap terhadap perubahan zaman, dengan bekal keimanan dan katauhidan yang kuat maka umat muslim akan mampu melalui tantangan akhir zaman ini.Untuk itu sangatlah penting dalam menjaga  Aqidah kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda :


عن ابنِ عباسٍ رضي الله عنهما ، قَالَ : كنت خلف النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - يوماً ، فَقَالَ : (( يَا غُلامُ ، إنِّي أعلّمُكَ كَلِمَاتٍ : احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ(2) ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ ، إِذَا سَألْتَ فَاسأَلِ الله ، وإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ باللهِ ، وَاعْلَمْ : أنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إلاَّ بِشَيءٍ قَدْ كَتَبهُ اللهُ لَكَ ، وَإِن اجتَمَعُوا عَلَى أنْ يَضُرُّوكَ بِشَيءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إلاَّ بِشَيءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحفُ

Dari Abil ‘Abbas ‘ Abdillah ibni ‘abbas RadhiyaAllah ‘an  huma berkata : Saya dibelakang Rasulullah SAW, pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda: Hai nak , aku ajari kamu beberapa kalimat , “ Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu”. Jagalah Allah niscaya kau dapati Dia dihadapanmu, jika engkau hendak meminta maka mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan ,maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu, dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.”

Dalam memahami hadist diatas bukan berarti Allah perlu penjagaan, sungguh Allah tidak memerlukan penjagaan terhadap makhluknya, namun sebaliknya bahwa seorang hamba yang memiliki kewajiban untuk menjaga Allah hidup dalam hatinya dalam artian menjaga keyakinan dan aqidah kita terhadap Allah, serta menjalakan apa yang sudah tertera di Alqur’an dan As Sunnah, menjaga sifat agar tidak syirik kepadaNya.Sungguh itu akan manjadikan diri kita mulia di hadapan Allah serta RidhoNya akan menjadi pengantar kita untuk memasuki syurgaNya.

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML