RENUNGAN SEBELUM BERBUAT SOMBONG DAN PAMER

Judul diatas mengesankan bahwa sombong dan pamer adalah perbuatan yang direncanakan dan disengaja. Apakah benar seperti itu?. Jawabnya hanya Allah yang paling tahu dan para pemilik sifat sombong dan pamer.
Memperhatikan hadirnya rasa sombong dan pamer sangat halus, maka bisa diduga kebanyakan orang yang sombong dan pamer itu diawali dari dominannya perasaan bahwa dirinya memiliki kelebihan, keistimewaan, keunggulan dan kemuliaan dari orang lain.

Membandingkan diri sendiri dari orang lain itu boleh, dalam rangka untuk memastikan kualitas syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang sudah diberikan kepada kita. Cara ini seperti yang diabadikan Allah di QS 27:40.
قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ
Artinya: “Sulaiman berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).

Tetapi bilamana ketika membandingkan diri sendiri dari orang lain kemudian yang dominan adalah perasan lebih dari orang lain, maka cara seperti itu adalah caranya Iblis, diabadikan Allah di QS 38:76
قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Artinya: Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".

Dan Rasulullah menjelaskan bahwa “Sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia. (HR Muslim). Penjelasan Rasulullah ini terbukti dalam sikap Iblis di QS 2:34 yang artinya: ”Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”.

Dan itu diakui Iblis dalam dialognya dengan Allah di QS 7:12
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Artinya: Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Iblis menjawab: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

Karena itulah kita harus sadar tentang alasan kenapa Allah SWT melarang kita untuk sombong, sebagaimana QS 17:37 yang artinya ”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
Hukuman bagi orang sombong :
1). Allah sudah membuktikan dalam sejarah di QS 7:13, bahwa ketika Iblis sombong maka Allah mengeluarkannya dari surga:
قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ
Artinya: Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".
2). QS 40: 76, artinya: “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .”
3). QS 28:83, artinya: “Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Bentuk sombong :
Bila kita mengamati dari hadits dibawah ini, maka kita temukan bentuk sombong menurut Allah dan Rasul-Nya.
1). Sikap kita ketika menerima nasehat. Dari Salamah bin Al Akwan ra, Rasulullah bersabda kepada seorang lelaki: “Makanlah dengan memakai tangan kananmu.” Laki-laki itu menjawab: “Saya tidak bisa.” Nabi Muhammad saw bersabda lagi: “Kamu tidak bisa, itu adalah perbuatan sombong.” (HR. Muslim)
2). Penampilan sehari-hari atau gaya hidup. Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya pada hari kiamat nanti Allah tidak akan melihat orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong.” (HR Bukhari dan Muslim)
3). Cara dan pola komunikasi kita. Dari  Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda: “Jika seorang berkata karena sombong. Celakalah manusia. Maka ia akan menjadi paling binasa.” (H.R.Muslim)
4). Sikap dan prilaku sehari-hari. Dari Haritsah bin Wahb ra berkata: “Saya mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda, “Maukah kamu sekalian aku beritahu tentang ahli neraka? Yaitu setiap orang yang kejam, rakus, dan sombong.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML