INGAT NIKMAT ALLAH

ﻋﻦ ﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ  : " ﺍﻏﺘﻨﻢ ﺧﻤﺴﺎ ﻗﺒﻞ ﺧﻤﺲ ﺷﺒﺎ ﺑﻚ ﻗﺒﻞ ﻫﺮﻣﻚ ﻭﺻﺤﺘﻚ ﻗﺒﻞ ﺳﻘﻤﻚ ﻭﻏﻨﺎﺀﻙ ﻗﺒﻞ ﻓﻘﺮﻙ ﻭﻓﺮﺍﻏﻚ ﻗﺒﻞ ﺷﻐﻠﻚ ﻭﺣﻴﺎﺗﻚ ﻗﺒﻞ ﻣﻮﺗﻚ

Dari Ibnu Abbas, Rosulullah bersabda : Ingatlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati.

Biasanya manusia baru bisa merasakan suatu kenikmatan bila kenikmatan itu hilang dari dirinya. Kita bisa merasakan nikmatnya kesehatan ketika sakit. Begitu berharganya segelas air putih bila kita di daerah gurun pasir, dan tersesat di dalamnya. Penghargaan terhadap tubuh yang dikaruniakan Allah SWT lebih terasa bila salah satu anggota tubuh kita melemah fungsinya. Bila penglihatan mata mulai kabur, barulah kita tersadar lalai merawatnya.
Kita seakan tersadar dari tidur panjang yang melalaikan. Semua hal dalam kehidupan ini dalam sekejap menjadi begitu berarti.

Peringatan Rasulullah dalam hadits diatas amatlah jelas dan bisa kita rasakan kebenarannya. Tapi, ada nikmat yang boleh dikatakan lebih tinggi dari yang telah disebutkan di atas, tapi banyak manusia tidak merasa kehilangan bila ia tidak ada pada diri kita, yaitu nikmat iman. Allah SWT berfirman, Al-Hujurat : 17

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا ۖ قُل لَّا تَمُنُّوا عَلَىَّ إِسْلٰمَكُم ۖ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدٰىكُمْ لِلْإِيمٰنِ إِن كُنتُمْ صٰدِقِينَ

Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: " Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar "

Hal ini bisa dilihat dari begitu banyaknya kemungkaran yang terjadi. Bukankah telah hilang keimanan seseorang pada saat orang itu berbuat kemungkaran? Tidak mungkin seseorang dalam keadaan beriman bila tanpa rasa takut melakukan korupsi, mencuri, berdusta, berzina, dan sederet akhlak yang bertentangan dengan Islam. Banyak orang merasa cukup hanya berislam, padahal kedudukan iman lebih tinggi dari itu.

Menurut Imam Nawawi, Islam adalah ungkapan pelaksanaan kewajiban, yaitu kepatuhan terhadap amalan lahir.
Sedangkan iman adalah ungkapan pembenaran kepada Allah SWT, para malaikat-Nya, para rasul-Nya, kitab-
kitab-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk. Allah SWT membedakan iman dan Islam sebagaimana
terdapat dalam surat Al-Hujurat : 14

قَالَتِ الْأَعْرَابُ ءَامَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلٰكِن قُولُوٓا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمٰنُ فِى قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمٰلِكُمْ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Orang-orang Arab Badui itu berkata: " Kami telah beriman " . Katakanlah: " Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang "

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML