IN HOUSE TRAINING

Provider Initiated Testing & Counseling dalam Program Penanggulangan HIV/A

Provider Initiated Testing & Counseling dalam Program Penanggulangan HIV/A

Kekhawatiran akan adanya penyebaran virus HIV/AIDS masih menjadi isu menghangat di dunia, sehingga membuat  sibuk para ahli virology, epidimologi, pembuat kebijakan, maupun di petugas pelayanan kesehatan.

Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus menunjukkan peningkatan, meskipun berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan. Semakin tingginya mobilitas penduduk antar wilayah, menyebarnya sentra-sentra pembangunan ekonomi di Indonesia,meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA melalui suntikan, secara simultan telah memperbesar tingkat resiko penyebaran HIV/AIDS.

Saat ini Indonesia telah digolongkan sebagai Negara dengan tingkat epidemi yang terkonsentrasi, yaitu adanya prevalensi lebih dari 5 % pada sub populasi tertentu, misal pada kelompok pekerja sexual komersial dan penyalahgunaan NAPZA. Tingkat epidemic ini menunjukkan tingkat perilaku beresiko yang cukup aktif menularkan di dalam suatu sub populasi tersebut. Jumlah penderita HIV/AIDS dapat digambarkan sebagai fenomena gunung es, yaitu jumlah penderita yang dilaporkan jauh lebih kecil dari pada jumlah yang sebenarnya. Hal ini berarti bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia yang sebenarnya belum diketahui dengan pasti. Diperkirakan jumlah orang dengan HIV di Indoensia pada akhir tahun 2003 mencapai 90.000 – 130.000 orang. Sementara profil kesehatan Indonesia 2003 (Depkes RI, 2005) melaporkan jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS yang dilaporkan sampai dengan 31 Desember 2003 sebanyak 4.091 kasus. Sesuai dengan sensus tahun 2000 kumulatif kasus AIDS per 100.000 penduduk secara nasional sebesar 0,68. Cara penularan AIDS yang terbesar adalah melalui hubungan hetero seksual, yaitu 50,62 % dan melalui suntikan, yang ada kaitannya dengan penyalahgunaan NAPZA yaitu sebesar 26,26 % , serta melalui hubungan homoseksual, yaitu sebesar 9,34%.

Peduli tehadap peningkatan dan bahaya  penyebaran virus HIV/AIDS inilah Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan menyelenggarakan Inhouse Training: PITC (Provider Initiated Testing and Counseling) dalam Program Penanggulangan HIV/AIDS. Selain bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pelaksanaan Tes HIV serta latar belakang konseling dan tes HIV atas prakarsa petugas kesehatan, pelatihan juga bertujuan peserta mampu melakukan konseling PICT.

Inhouse Training PITC ini dilaksanakan selama dua hari, 11 dan 12 April 2017 bertempat di auditorium Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dan diikuti oleh dokter umum/spesialis, dokter gigi, perawat, bidan, petugas penunjang medis, mahasiswa kedokteran, dan petugas non medis yang nantinya akan terlibat dalam tim penanganan HIV & AIDS di unit pelayanan kesehatan RS Muhammadiyah Lamongan. (by KG)

 

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML