Selasa, 16 Dec 2014, 08:23:21 WIB, Sumber : dr. H. Fajar Admayana, SpPD

WASPADAI EBOLA VIRUS DISEASE

PENDAHULUAN
    Ebola Viral Disease (EVD), sebelumnya dikenal sebagai Ebola hemorrhagic fever, disebabkan oleh genus virus yang disebut Ebolavirus, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1976 dekat Sungai Ebola di Republik Demokrat Kongo (dikenal di waktu sebagai Zaire).
    Ebola Virus Disease (EVD) dapat menyebabkan demam, muntah, diare, dan perdarahan serta kematian. Meskipun tidak ada reservoir alami, kemungkinan besar host virus adalah kelalawar buah dari family Pteropodidae. Kelalawar buah kemungkinan membawa virus Ebola. Manusia jatuh sakit karena kontak dengan cairan tubuh “hewan liar” yang terinfeksi : primata, kijang hutan, babi hutan, dan kelalawar.

KLASIFIKASI
    Virus Ebola adalah virus RNA termasuk family Floviridae, berupa single stranded, negative sense dan nonsegmented, menyerupai rhabdovirus dan paramyxovirus berdasarkan organisasi genom dan mekanisme replikasi. Serta bentuknya seperti benang bila ditinjau dari struktur filamennya. Berdasarkan Manifestasi klinis, dengan adanya defek koagulasi, suatu sindroma kebocoran kepiler darah, dan syok, dinyatakan virus ini adalah patogen yang paling virulen pada manusia, dan diklasifikasi juga sebagai hemorrhagic fever (HF) virus.
    Genus Ebola terdiri dari lima spesies yang berbeda : agen Zaire (ZEBOV), sudan (SEBOV), Ivory coast (CEBOV), Bundibugyo (BEBOV), dan Reston (REBOV) yang masing-masing berbeda genetik dan virulensinya terhadap manusia. CEBOV dikaitkan dengan didapatkannya hanya pada satu kasus pada manusia. REBOV hanya menyebabkan penyakit pada hewan primata dan babi disertai dengan infeksi traktus respiratori dan reproduksi. ZEBOV, SEBOV dan BEBOV bertanggung jawab atas terjadinya semua outbreaks.

PENYEBARAN PENYAKIT
    Penyakit ini merupakan penyakit zoonosis yaitu ditularkan dari hewan ke manusia demikian pula sebaliknya. Cara penularan dengan kontak pada hewan yang terinfeksi melalui darah, cairan tubuh atau kotoran binatang yang terinfeksi. Manusia yang terinfeksi terbukti dapat menularkan ke orang lain, penularan antar manusia dapat terjadi melalui :
1. Kontak langsung : darah atau cairan tubuh penderita
2. Kontak tidak langsung : melalui lingkaraan yang terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita.
Orang yang sembuh dari penyakit ini masih dapat menularkan penyakit ke orang lain sampai dengan 7 minggu setelah sakit.

BISAKAH PERJALANAN UDARA MEMICU PANDEMI?
    Sebuah kekhawatiran umum adalah bahwa seseorang dengan EVD bias berada di pesawat dan membawa penyakit mematikan ini keseluruh dunia dalam sekejap mata. Publikasi telah menunjukkan bahwa transmisi perjalanan udara dari EVD adalah possible.
    Karena tingkat keparahan dan cepat timbulnya EVD, orang yang terinfeksi tidak mungkin berpergian dengan pesawat udara. Namun, jika hal ini terjadi, orang-orang yang berada dalam penerbangan yang sama harus dipantau untuk kemungkinan terinfeksi. Mereka yang harus dipantau juga adalah mereka yang duduk berdekatan dengan orang yang terinfeksi, penumpang lain dan crew yang kontak langsung dengan orang, juga crew yang ditugaskan untuk melayani dan membersihkan daerah mana orang itu duduk.

MANIFESTASI KLINIS
    Masa inkubasi penyakit Ebola ini 2-21 hari pada umunya 8-10 hari, tanda dan gejala awal EVD termasuk serangan tiba-tiba demam, sakit kepala, kelemahan, kelelahan, farangitis, batuk produktif dan myalgia, yang dapaat berkembang menjadi perut nyeri, muntah, diare, dermatitis, dan gangguan fungsi ginjal dan hati. Sebagai penyakit berlangsung, pasien mungkin mengalami kedua perdarahan internal dan eksternal. Temuan laboratorium meliputi leukopenia, trombositopenia, serum AST dan kadar alanine aminotransferase, dan proteinuria.

DIAGNOSIS
    Sebelum membuat diagnosis penyakit virus Ebola sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu penyakit-penyakit tersebut di bawah ini :
    Malaria             Demam tifoid
    Shigellosis        Cholera
    Leptospirosis     Pes/Plaque
    Riketsiosis        Meningitis
    Hepatitis           Demam Berdarah Dongue
Untuk membuat diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan sebagai berikut :
-  Antibody-capture enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)
-  Antigen detection test
-  Serum neutralization test
-  Reserve transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) assay
-  Electron microscopy
-  Virus isolation by cell culture

    Spesimen dari penderita merupakan bahan yang sangat menular dan harus diperlakukan secara ekstra hati-hati agar tidak terjadi penularan.

PENGOBATAN
    Tidak ada pengobatan yang efektif untuk EVD, saat ini belum tersedia obat antivirus. Pengobatan hanya bersifat supportif, dengan melaksanakan pengaturan keseimbangan cairan elektrolit, mempertahankan oksigenasi jaringan dan tekanan darah, mengobati komplikasi yang timbul.

PENCEGAHAN
    Pelaksanaan pencegahan infeksi nosokomial secara ketat :
1. Menggunakan baju kusus untuk mencegah penularan (masker, sarung tangan, gaun, kacamata)
2. Pelaksanaan pengendalian infeksi secara ketat (sterilisasi alat secara lengkap, dan penggunaan desinfectans secara rutin)
3. Isolasi ketat pada penderita Ebola
4. Bila penderita meninggal dunia, maka hindari kontak langsung dengan tubuh dari jenazah.


DAFTAR PUSTAKA

CDC (2014). Ebola Hemorrhagic Fever. Available from http://www.cdc.gov/vhf/ebola/Accessed: 5 Desember 2014.

Hadi U (2014). Current Update on Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) & Ebola Viral Disease. Dalam proceding Tropik-Infeksi dan HIV&AIDS Surabaya VII & Emerging and Re-emerging Infectious Disease Update VII. Editor : Akbar Fahmi, Brian Eka Rachman, Mustofa Rusli. Surabaya, hlm 34-38.

Prijatna Y (20114). Imunologi Infeksi Virus Ebola. Dalam proceding Tropik-Infeksi dan HIV&AIDS Surabaya VII & Emerging and Re-emerging Infectious Disease Update VII. Editor : Akbar Fahmi, Brian Eka Rachman, Mustofa Rusli. Surabaya, hlm 1-3.

Suharto (2014). Identifikasi Potensi Terjadinya Emerging dan Re-emerging Infectious Disease (Ebola Virus). Dalam proceding Tropik-Infeksi dan HIV&AIDS Surabaya VII & Emerging and Re-emerging Infectious Disease Update VII. Editor : Akbar Fahmi, Brian Eka Rachman, Mustofa Rusli. Surabaya, hlm 5-7.

WHO (2014). Ebola Virus Disease. Available from
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs103/en/Accesed : 5 Desember 2014.

WHO (2014). Ebola Virus Disease, West Africa – update 25 july 2014. Available from http://www.afro.who.int/en /clusters-a-programmes/dpc/epidemic-a-pandemic-alert-and-reponse/outbreak-news/4233-ebola-virus-disease-westafrica-25-july-2014.html.Accessed : 5 Desember 2014

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML