Kamis, 6 Dec 2012, 14:01:37 WIB, Sumber : Rian Sindu

Suka Sepeda-anKok penyakitan?

Suka Sepeda-anKok penyakitan?

Adi sering batuk-batuk belakangan ini. Entah apa yang terjadi pada saluran pernapasannya sehingga nampak kurang fit setiap hari, bahkan kesehatannya cenderung terus menurun. Kondisi ini justru ia dapat semenjak aktif menjadi anggota sebuah klub sepeda. Ia tak pernah menyalahkan keputusannya untuk masuk ke klub sepeda. Karena ia tahu efek dari setiap olahraga adalah kesehatan, begitupun dengan bersepeda. Makanya ia putuskan terus menggiati hobi barunya itu, walau kenyataannya kondisi kesehatannya berat untuk di bilang semakin sehat.

            Usut punya usut, Adi beserta klub sepedanya rutin nge-track seminggu sekali, setiap weekend antara jam tujuh sampai jam sembilan pagi. Rute yang di pilihpun tak jauh dari lingkungan perkotaan di mana ia tinggal.Sekarang, Yok, main tebak-tebakkan! Kira-kira menurut anda apakah benar kegiatan sepeda Adi sebagai biang penurunan kesehatan dirinya?

            Jawaban plin-plannya adalah bisa ia bisa tidak? Alasan tidaknya karena ia rutin nge-track setiap Minggu. Jarak tempuhnya pun lumayan panjang. Menurut ahli kesehatan di belahan bumi manapun tak akan bilang bahwa ini tidak menyehatkan tubuh. Karena bersepeda adalah jenis olahraga yang memungkinkan seluruh anggota badan bergerak, pastinya membuat tubuh semakin sehat, bukan?

Sedang alasan jawaban iya-nya adalah jam yang ia yang pilih untuk nge-trak bukanlah waktu yang ideal untuk berolahragaoutdoor. Jam tujuh sampai sembilan ya. Loh kok? Anda yang hafal pelajaran biologi apakah tidak protes? Bukankah waktu itu sinar matahari masih redup-redupnya, sangat sehat untuk di konsumsi, bahkan bisa membuat kulit makin cantik karena mengandung vitamin D,( kalo anda laki-laki menjadikan kulit anda ganteng ), Pohon-pohon pun akan berlomba-lomba mengeluarkan oksigen sebagai gas sisa fotosintesis. Tentunya sangat baik buat paru paru, bukan? Hem... tunggu dulu ya...masih ingat dengan rute yang Adi pilih untuk ngetrack dengan kawan-kawannya? Lingkungan perkotaan itu, titik tekannya. Bukankah waktu itu kota lagi ramai-ramainya? Para pekerja, berangkat kekantor, anak-anak berangkat sekolah, Mahasiswa berangkat kuliah seluruh penduduk bumi memulai aktivitas di waktu ini. Dan apakah semua jalan kaki. Tentu tidak, kredit motor sekarang murah, ngapain capek capek jalan kaki. Hehehe

            Coba tanya sama Adi apa benar begitu? Lihat saja dia lagi tersipu-sipu (me)malu(kan).

            Tentu bukan salah Adi kalau dia melakukan itu, berangkat dari niat yang benar ia merasa yakin bahwa akan berakhir baik. Namun ia tak memperhatikan caranya. Ia beranggapan bahwa bersepeda selalu membuat sehat, namun karena salah caranya, yang ia dapat bahkan sebaliknya.

            Saya yakin pasti banyak orang orang seperti Adi. Termasuk saya mungkin. Namun sebaiknya kita mengerti minimal tahu tata cara bersepeda yang baik agar hasil yang kita tuju dari kegiatan ini bisa didapatkan secara maksimal. Apa saja itu?

            Pertama tama kita panjatkan syukur kepada Allah SWT, karena kita telah di beri rizki berupa kesehatan sehingga kita dapat bersepeda dengan keadaan kaki yang utuh tak kekurangan satu apapun. Coba kalau kaki kita salah satu saja tidak ada, mau di putar sama apa itu pedal? Masak pakai tangan? Hehe.

            Bicara masalah kaki, harus benar benar di perhatikan secara seksama oleh setiap ontel-er. Karena ibarat sebuah rumah ia adalah fondasi awal, tanpa ada kedua bilah kaki mana mungkin bisa memutar pedal. Sekali lagi, masak pakai tangan? Artinya sebelum bersepeda kedua kaki harus benar benar fit. Lakukan peregangan dan pemanasan secara cukup sebelum memulai atifitasngontel. Lingkar mata kaki, lutut dan paha adalah tiga titik krusial, lakukan peregangan yang cukup untuk tiga titik ini untuk menghindari cidera dan kram otot. Lalu ke bagian tulang belakang, ingat saat bersepeda tumpuan tubuh ada di tulang ekor, maka selain di tiga titik tadi perlu kiranya membuat rileks bagian ini juga, lalu bahu karena di sanalah letak tumpuan tangan saat menyetir stang sepeda. Untuk bagian lainnya seperi tangan leher dan perut lakukan peregangan ringan saja.

            Cocokkan porsi bersepeda sesuai dengan kondisi tubuh. Pada orang-orang yang menggidap penyakit tertentu, bersepeda justru akan membuat kondisi penyakitnya memburuk. Pada orang asma yang sangat rentan dengan olahraga berat, mungkin penyakit bengek-nya akan kambuh jika tidak memperhatikan porsi bersepedanya. Sebelum melakukan olahraga ini ada baiknya menggunakan in-healer lebih dulu, lalu jangan coba-coba meninggalkan obat itu, karena kekambuhan tak ada yang bisa menjamin.

Lebih runyam lagi adalah Kematian mendadak para onteler akibat serangan Belanda. Eh,  serangan jantung. Ini sering terjadi karena pada awalnya para onteler tidak melakukan screening kesehatan lebih dahulu sebelum berolahraga. Sekarang sudah ada alat khusus yang di pasang pada sepeda untuk mengukur denyut jantung, sejenis alat sensor denyut jantung. Fungsi dari heartrate adalah mencatat denyut jantung selama beraktifitas. Tugasnya untuk memberikan peringatan bila denyut jantung melewati batas maksimum yang diatur pengguna.pengaturan batas maksimum ini berdasarkan umur para onteler. Jadi hati-hati jika denyut jantung melebihi batas maksimum, bisa-bisa terjadi KO mendadak di jalan.Namun ingat ya, jangan keseringan melihat indikator ini, bisa-bisa anda bisa nubruk becak karena tak memperhatikan jalan.

            Kedua persiapan ngonteldiatas merupakan faktor internal. Kini mari kita membahas faktor luar tubuh yang sangat berperan dalam keberhasilan olahraga bersepeda. Merujuk kasus Adi, kasus tersebut sangat vital dan sering di remehkan. Faktor eksternal berupa kondisi udara pada sepanjang track yang di lalui para pesepeda. Mungkin pesepeda di desa tak pernah mengalami hal semacam ini, namun pesepedaperkotaan tak bisa lepas dari polusi udara. Yap, era modernisasi telah mengantarkan pada gerbang kondisi udara perkotaan yang memperihatinkan.

Sulit kiranya menemukan udara yang bersih dan bebas asap kendaraan. Makanya para pesepeda perkotaan harus pintar memilih waktu yang tepat untuk bersepeda. Dikota kecil saya jam 4.30 jalanan masih lengang. Kecuali pedagang sayur yang lewat, nyaris semua penduduk masih ada di rumah masing-masing. Bersih bersih atau bahkan masih meneruskan mimpi semalam. Waktu itu udara masih segar segarnya.oksigen masih melimpah. Dan karbon monoksida ditemukan dalam jumlah yang renik. Apalagi timbal. Saya tentu tidak mau gas-gas beracun itu merusak paru-paru saya. Anda tentu tidak bukan?

Namun ada kalanya tak bisa menghindari polusi udara yang berjubel itu. Seperti halnya ketika saya berangkat bersepeda jam 4,30. Perjalanan balik ke rumah biasanya akan menghabiskan waktu lumayan lama. Saya pulang sekitar jam 06-6.30-an. Nah lo....kondisi jalanan pasti sudah ramai kan? Makanya saya memilih menggunakan masker untuk ini. Yah, walau tak bisa menyaring semua, tetapi ini sangat membantu mengurangi polutan yang berterbangan sepanjang jalan. Sehingga prinsip manfaat lebih banyak dari kerugian berlaku di penggunaan masker ini.

Demi mendapatan udara bersih, ada pula para onteler memilih melekan sampai larut malam untuk mulai ngetrack. Ini biasanya terjadi waktu bulan Ramadhan, di mana sangat tidak memungkinkan untuk ngetrack d siang hari. Perilaku ini sebenarnya kurang sehat. Karena Bang Haji pernah berkata kalau terlalu banyak begadang, muka pucat karena darah berkurang, bisa sakit karena sering kena angin malam. Tapi ini ciyuslo...kitab suci saja berkata begitu. Bahwa Allahmenciptakan malam untuk beristirahat. Jadi yang suka ngetrack malam waktu Ramadhan, gunakan buat tadarus saja deh... Ngetrack-nya bisa pagi atau sore, tentu dengan rute yang pendek saja, karena jika panjang itu namanya Tour defrance. Dan saya tak menjamin anda kuat tidak makan sampai magrib.

Dan faktor paling buncit tentu saja, mbok Ijah, di mana Adi sering nongkrong di warung nya setiap kali habis ngetrack. Biasanya ia bisa menghabiskan sepiring penuh nasi dan lauk yang tak terhitung kalorinya. Sudahlah, ini adalah godaan yang paling sulit untuk di hindari. Tubuh lelah, dehidrasi, tenaga tekor menjadi alasan untuk pembenaran pesta pora setelah bersepeda. Padahal salah satu majalah terkemuka tentang kesehatan Men’shealth mengatakan bahwa makan itu baru diperbolehkan setelah satu jam berolahraga. Benar juga, kalo tujuan utama olahraga untuk membakar kalori, terus tubuh tiba-tiba menciptakan kalori lagi kan sama ajabo’ong.  Metabolisme tubuhpun akan terganggu dengan itu. Demikian juga metabolisme dompet. Seperti yang terjadi pada  Adi. Ia  sering ketiban apes  mentraktir teman-teman seklub ngontelnya.

Segala sesuatu yangbermula baik harus dengancara yang baik untuk mendapatka hasil yang baik pula. Untuk mendapatkan kesehatan dalam aktivitas bersepeda memang diperlukan beberapa pengetahuan tentang bersepeda itu sendiri. Jangan malah menjadi onteler yang suka olahraga sepeda tapi malah sakit sakitan. Sekian. Salam.  ( sindu^_^smile )

 

Bumi mahapatih, 261112

Emergency Call
0322-311777
Ambulan Gawat Darurat 118 (AGD 118) RSML